Kalteng
2026, Tak Ada Lagi Warga Miskin Barut Bayar Berobat
MUARA TEWEH, baritobersinar.news – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menegaskan komitmen besar mereka untuk memastikan seluruh masyarakat tidak mampu mendapatkan layanan kesehatan gratis tanpa hambatan. Komitmen itu kembali ditegaskan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang dipimpin langsung Bupati Barito Utara Shalahuddin, Selasa (18/11/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang berpacu dengan waktu untuk memastikan tidak ada satu pun warga kurang mampu yang tercecer dari kepesertaan jaminan kesehatan.
“Ini bukan hanya urusan angka. Ini tentang memastikan saudara-saudara kita yang paling rentan bisa berobat tanpa rasa takut, tanpa kebingungan prosedur, dan tanpa beban biaya,” tegas Pariadi. Menurutnya, pada 2026 Pemkab Barito Utara telah menyiapkan anggaran penuh agar seluruh masyarakat tidak mampu dapat berobat cukup dengan membawa kartu kesehatan yang mereka miliki.
Saat ini, sekitar 70 persen warga kurang mampu sudah terakomodasi, dan capaian itu terus dikejar hingga mendekati 80 persen. “Insya Allah, awal 2026 seluruhnya sudah ditanggung pemerintah daerah,” ujarnya optimistis. Selain memperluas kepesertaan, Pemkab Barito Utara juga mengebut peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pariadi mengungkapkan bahwa hampir seluruh layanan kesehatan sudah memenuhi standar nasional, kecuali dua fasilitas yang masih dalam tahap peningkatan. “Target kami, 2026 semuanya tuntas. Tidak boleh ada fasilitas kesehatan di Barito Utara yang tertinggal,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Shalahuddin membacakan pernyataan Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin. Menkes mengingatkan bahwa 84 juta anak Indonesia hari ini akan memasuki usia produktif pada 2045 momen emas satu abad Indonesia merdeka.
Tema HKN ke-61 “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” disebut sebagai seruan keras agar seluruh pihak menjaga kesehatan masyarakat dari hulu, bukan hanya mengobati di hilir. Menkes menekankan pentingnya transformasi budaya kerja para tenaga kesehatan, termasuk integritas dan antikorupsi, demi birokrasi yang lebih bersih dan pelayanan yang lebih cepat.
“Perjalanan menuju Indonesia sehat adalah perjalanan panjang, menantang, dan penuh harapan. Dengan tekad dan kerja sama, kita akan sampai pada tujuan,” demikian dikutip Bupati Shalahuddin. Sebagai penutup rangkaian acara, Bupati Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dan Sekda Muhlis menyerahkan mobil operasional dan sejumlah alat kesehatan kepada beberapa puskesmas.
Penyerahan itu menjadi simbol nyata bahwa peningkatan layanan kesehatan bukan hanya wacana, tetapi terus diwujudkan dalam bentuk fasilitas dan dukungan riil di lapangan. (adv/bbn).
