Connect with us

Kalteng

Dua Puskesmas Baru untuk Barito Timur

Published

on

TAMIANG LAYANG, baritobersinar.news – Di tengah upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengambil langkah besar yang kini mulai terlihat wujudnya pembangunan dua puskesmas baru di Kecamatan Karusen Janang dan Kecamatan Awang.

Puskesmas Dayu dan Puskesmas Hayaping sedang dibangun ulang dari nol bukan sekadar diperbaiki, tetapi benar-benar dirancang menjadi fasilitas kesehatan yang layak, modern, dan sesuai kebutuhan masyarakat masa kini.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, menyebut bahwa kedua bangunan lama sudah jauh dari standar pelayanan. Di Puskesmas Dayu, misalnya, ruangan sempit dan fasilitas terbatas tidak lagi sejalan dengan kebutuhan pelayanan yang terus meningkat, terlebih setelah puskesmas tersebut meraih akreditasi paripurna.

“Bangunan lama sudah sangat usang. Dengan aktivitas pelayanan yang meningkat, tentu membutuhkan sarana dan prasarana yang lebih memadai. Kalau bangunannya masih lama, jelas tidak mendukung,” ujar dr. Jimmi saat ditemui di Tamiang Layang, Jumat (3/10/2025).

Hal serupa juga terjadi di Puskesmas Hayaping. Ruang kerja sempit, fasilitas yang tak lagi relevan, serta peningkatan beban layanan membuat bangunan lama tak mampu lagi menjadi tempat yang nyaman bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mengalokasikan lebih dari Rp5 miliar untuk tiap puskesmas investasi besar yang mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan.

Di tengah maraknya sorotan publik terhadap pembangunan infrastruktur, Dinas Kesehatan Barito Timur memilih langkah berbeda: menggandeng Kejaksaan sebagai pendamping pembangunan. Pendampingan ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya memastikan seluruh proses berjalan transparan dan bebas dari potensi penyimpangan.

“Kami meminta pendampingan karena pembangunan ini bersifat strategis. Tujuannya jelas, agar pelaksanaan bisa akuntabel dan terhindar dari masalah hukum,” tegas dr. Jimmi. Bagi tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan, hadirnya bangunan baru bukan hanya soal tembok dan atap.

Itu soal kenyamanan, ruang gerak, dan fasilitas yang memungkinkan mereka bekerja dengan optimal. Ruang yang lebih luas dan fasilitas yang memadai diyakini akan meningkatkan motivasi dan kinerja tenaga kesehatan. “Kalau ruang kerja luas, fasilitas mendukung, tenaga kesehatan juga lebih nyaman bekerja. Pada akhirnya, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya,” ungkap dr. Jimmi.

Pembangunan Puskesmas Dayu dan Hayaping menjadi simbol komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang setara hingga pelosok. Infrastruktur yang memadai bukan hanya meningkatkan akses layanan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah.

Pemerintah menilai, pembangunan infrastruktur kesehatan adalah bentuk investasi sosial yang manfaatnya akan bertahan puluhan tahun ke depan hingga ke generasi berikutnya. “Kalau pelayanan kesehatan meningkat dan masyarakat merasa terlayani dengan baik, dampaknya juga ke kualitas hidup mereka. Ini investasi besar untuk kesejahteraan masyarakat Barito Timur,” pungkas dr. Jimmi. (adv/bbn).