Connect with us

Kalsel

DKP Kalsel Gelar Edukasi dan Mitigasi Demi Menyelamatkan Pesisir dari Ancaman Bencana

Published

on

BANJARBARU, baritobersinar.news – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat. Dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mereka turun langsung ke lima kabupaten pesisir Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala untuk memberikan edukasi lingkungan dan mitigasi bencana. Tujuannya melindungi wilayah pesisir dari ancaman yang semakin nyata.

Berbagai elemen masyarakat dilibatkan mulai dari kelompok nelayan hingga komunitas pesisir karena mereka adalah garda terdepan yang paling merasakan dampak perubahan iklim, abrasi, dan banjir. Kepala DKP Kalsel, Rusdi Hartono, menyebut kegiatan tahun ini lebih dari sekadar sosialisasi. Ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan memahami langkah penanggulangan pascabencana.

“Wilayah pesisir adalah kawasan paling rentan. Abrasi, banjir, hingga perubahan iklim bisa mengubah hidup masyarakat dalam sekejap,” ujar Rusdi. Karena itu, kolaborasi dan edukasi menjadi kunci.

Tak hanya kepada masyarakat dewasa, DKP juga menyasar generasi muda. Para siswa kelas 4 hingga 6 SD di kawasan pesisir mendapat penyadartahuan mengenai bahaya sampah laut, pentingnya menjaga kebersihan pantai, hingga peran vital hutan mangrove sebagai benteng alami yang bisa menyelamatkan kampung mereka dari abrasi.

“Anak-anak nelayan perlu tahu bahwa laut bukan hanya tempat mencari rezeki, tetapi juga harus dijaga. Mereka harus paham bahwa mangrove adalah perisai alam, tempat berbagai biota laut tumbuh,” tegas Rusdi pada kegiatan edukasi Kamis (23/10/2025).

Melalui pendekatan interaktif mulai dari praktik bersih pantai hingga aksi penanaman mangrove DKP Kalsel menghadirkan cara baru yang lebih dekat dan menyentuh kehidupan masyarakat. Menurut Rusdi, inilah inovasi penting pihaknya di tahun 2025.

Ia berharap langkah ini dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Sebab, bencana seperti cuaca ekstrem dan banjir tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memukul penghasilan nelayan dan petambak. “Sekarang kami juga mendorong penanaman mangrove di sekitar tambak. Ini langkah kecil, tetapi dampaknya sangat besar untuk masa depan,” kata Rusdi.

Dengan rangkaian kegiatan ini, DKP Kalimantan Selatan berharap dapat membentuk masyarakat pesisir yang lebih tangguh, lebih sadar lingkungan, dan lebih siap menghadapi ancaman perubahan iklim. Upaya ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga pesisir bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama untuk masa depan generasi berikutnya. (adv/bbn).