Connect with us

Kalteng

SIREKAT, Langkah Baru Dinkes Menuju Transparansi Anggaran Kesehatan

Published

on

TAMIANG LAYANG, baritobersinar.news – Di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, Senin pagi (24/11/2025), suasana tampak lebih sibuk dari biasanya. Di antara deretan kursi yang tertata rapi, para kepala puskesmas, bendahara, hingga pengelola keuangan dari berbagai kecamatan duduk dengan penuh perhatian.

Mereka tidak sekadar menghadiri sosialisasi rutin, tetapi menyambut sebuah perubahan besar dalam manajemen keuangan kesehatan daerah: lahirnya aplikasi Sistem Informasi Realisasi Keuangan Akuntabel dan Terpadu (SIREKAT).

Di depan para peserta, layar proyektor menampilkan tampilan antarmuka aplikasi berbasis web tersebut sederhana namun fungsional. “Aplikasi ini hadir bukan sekadar untuk mengganti cara manual menjadi digital,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur, dr. Jimmi W.S Hutagalung, membuka acara dengan suara tegas namun penuh optimisme.

“SIREKAT adalah bagian dari aksi perubahan pelayanan publik yang ingin kita wujudkan bersama.” katanya. Selama bertahun-tahun, pelaporan keuangan puskesmas dilakukan lewat berlembar-lembar dokumen yang dikirimkan secara manual.

Prosesnya panjang, rawan salah, dan sering memakan waktu lebih lama dari seharusnya. Tak jarang, keterlambatan laporan membuat pengambilan keputusan anggaran menjadi tidak efektif. SIREKAT hadir sebagai jawaban atas persoalan tersebut.

Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi pelaporan keuangan puskesmas secara bulanan, digital, realtime, dan langsung terintegrasi dengan Dinas Kesehatan. Dengan begitu, setiap transaksi, penggunaan anggaran, hingga progres realisasi dapat dipantau kapan saja.

Bagi pengelola keuangan di lapangan, perubahan ini terasa seperti pintu baru yang membuka efisiensi. “Kalau dulu harus cek manual, bolak-balik koordinasi, sekarang semua terang di layar,” ujar salah satu bendahara puskesmas yang mengikuti sosialisasi.

Di balik perkembangan teknologi ini, ada tujuan yang lebih besar: membangun kepercayaan publik melalui transparansi anggaran kesehatan. dr. Jimmi menegaskan bahwa sistem ini bukan hanya mempermudah administrasi, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan internal yang lebih kuat.

“Dengan data yang tampil secara sistematis dan akurat, kita bisa menekan potensi human error, mengurangi kendala pelaporan, dan memastikan anggaran kesehatan digunakan tepat sasaran,” jelasnya. Tidak lagi ada ruang untuk laporan terlambat, atau data yang tercecer. Semua tercatat, tersimpan, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Peluncuran SIREKAT menjadi simbol komitmen Dinas Kesehatan Barito Timur dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi. Dengan pelaporan yang lebih disiplin dan proses evaluasi yang lebih cepat, kebijakan anggaran dapat dibuat berdasarkan data yang benar-benar terjadi di lapangan.

Pada akhirnya, dampak terbesar dari inovasi ini bukan hanya dirasakan oleh puskesmas atau pejabat dinas tetapi oleh masyarakat Barito Timur sendiri. Ketika anggaran dikelola dengan lebih jujur, transparan, dan tepat, layanan kesehatan pun bisa bergerak menuju kualitas yang lebih baik.

SIREKAT mungkin hanyalah sebuah aplikasi. Tetapi bagi Dinas Kesehatan Barito Timur, ia adalah simbol dari sebuah langkah maju menuju sistem kesehatan yang lebih akuntabel dan berorientasi pada masa depan. (adv/bbn).