Banjarbaru
Satpol PP dan Damkar Kalsel Optimalkan Fire Safety Management di Gedung Pemerintah
BANJARBARU, baritobersinar.news – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) terus mengoptimalkan penerapan fire safety management guna memperkuat sistem keselamatan bangunan gedung dari ancaman kebakaran.
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, usai pembukaan bimbingan teknis kepemimpinan komandan pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten/kota se-kalimantan selatan tahun 2025 serta peran fire safety management dalam memperkuat sistem keselamatan kebakaran bangunan gedung di provinsi kalimantan selatan.
“Pada hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi terkait optimalisasi peran fire safety management dalam memperkuat sistem keselamatan bangunan gedung di Kalimantan Selatan bersama instansi vertikal. Selain itu, juga dilakukan pembinaan teknis kepada para komandan pemadam kebakaran Kabupaten/Kota,” kata Ronny, Banjarmasin, Senin (8/12/2025).
Ronny menjelaskan, penerapan fire safety management sejatinya sudah berjalan di sejumlah instansi, namun masih perlu penguatan dari sisi pengawasan dan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan.
“Selama ini penerapan fire safety memang sudah ada, hanya saja pengawasannya masih belum maksimal. Oleh karena itu, melalui rapat ini kami awali dengan sosialisasi peraturan mengenai standar keselamatan gedung terhadap bahaya kebakaran,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Satpol PP dan Damkar Kalsel akan melakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap terhadap bangunan-bangunan pemerintahan di lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan.
“Beberapa SKPD sudah kami lakukan monitoring. Ke depan kami harapkan seluruh bangunan pemerintah dapat memenuhi dan mematuhi standar keselamatan kebakaran sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Ronny.
Melalui upaya ini, Pemprov Kalsel berharap sistem keselamatan gedung semakin kuat, sehingga potensi risiko kebakaran dapat diminimalisir dan lingkungan kerja yang aman bagi aparatur maupun masyarakat dapat terwujud.
Adapun peserta dari kegiatan ini merupakan perwakilan komandan regu dari 13 (tiga belas) Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan dan perwakilan 12 SKPD serta 15 instansi vertikal serta narasumber yang berasal dari Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi Daerah Khusus Jakarta, dam Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. (adv/kmfksl/jay/bbn)
