Banjarmasin
Tekan Pengangguran, Lapas Banjarmasin Kembangkan Program SAE
BANJARMASIN, baritobersinar.news – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin berupaya menekan angka pengangguran dengan menghadirkan Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan produktif. Program ini dijalankan bekerja sama dengan pemerintah daerah guna mempersiapkan warga binaan agar mampu mandiri setelah bebas. Selasa (10/2/2026).
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda mengatakan program SAE merupakan bagian dari upaya bersama untuk merespons tingginya tingkat pengangguran di Kota Banjarmasin sebagaimana disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan.
Ia berharap warga binaan yang telah menyelesaikan masa pembinaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin dapat memiliki keterampilan serta kemandirian ekonomi sehingga mampu berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di daerah.
Menurut Ananda, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembinaan sosial, tetapi juga memiliki dampak ekonomi melalui kegiatan yang mendukung ketahanan pangan di Kota Banjarmasin.
Sejumlah kegiatan produktif dikembangkan dalam program SAE, di antaranya budidaya ikan papuyu yang merupakan salah satu komoditas konsumsi utama masyarakat. Selain itu, warga binaan juga mengembangkan budidaya ikan gurame, lele, dan nila.
Tak hanya sektor perikanan, Lapas Banjarmasin juga mengembangkan pertanian hidroponik serta menanam berbagai jenis sayuran seperti terong, kangkung, dan bayam yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah menjelaskan program SAE merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berkaitan langsung dengan fungsi pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Ia menyebut seluruh warga binaan dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari ketahanan pangan, pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C agar memiliki keterampilan serta ijazah saat kembali ke masyarakat.
Selain itu, Lapas Banjarmasin juga mengembangkan produk usaha warga binaan yang telah memiliki sertifikat halal, seperti makanan olahan dan kain sasirangan sebagai produk khas daerah.
Melalui program tersebut, Lapas Banjarmasin menargetkan warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja atau membuka usaha setelah kembali ke lingkungan masyarakat. (adv/bbn).
