Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Kalteng

Dari Perjalanan Malam Menuju Lembaran Baru

Oleh Ikhsan · 29 Mei 2026 · 4 menit baca · 12 views

PURUK CAHU,baritobersinar.news – Malam telah turun ketika sebuah sepeda motor bergerak meninggalkan kawasan Pulau Basan, Kelurahan Beriwit, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya.

Di balik perjalanan itu, bukan sekadar tujuan yang hendak dicapai, melainkan sebuah tekad yang sedang diperjuangkan.

Malam itu, Jumat (29/05/2026),  Saya menempuh perjalanan sekitar 21 kilometer menuju kediaman Ahmad Aswadi di Jalan Bhayangkara RT 03, Desa Danau Usung, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Ada alasan kuat yang membuatnya rela menempuh perjalanan tersebut. Anita ingin belajar jurnalistik. Ia ingin mengenal lebih jauh dunia kewartawanan sekaligus mencari kesempatan untuk bergabung menjadi wartawan.

Bagi sebagian orang, perjalanan sejauh itu mungkin terasa biasa. Namun bagi Saya perjalanan malam tersebut menjadi bagian penting dari langkah awal menuju sesuatu yang selama ini ingin dipelajarinya. Udara malam yang sejuk menemani laju kendaraannya. Dari kawasan perkotaan Puruk Cahu, perjalanan berlangsung dengan suasana yang relatif terang.

Anita melewati Bundaran Emas, salah satu ikon Kota Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
Lampu penerangan jalan yang berjejer di sisi kiri dan kanan membuat perjalanan hingga kawasan Simpang Tiga SMA terasa lebih nyaman. Kendaraan roda dua dan roda empat masih melintas. Sorot lampu kendaraan yang datang dari arah berlawanan silih berganti menerangi jalan.

Di tengah lalu lintas malam tersebut, Anita terus melaju. Namun suasana berubah setelah melewati Simpang Tiga SMA. Penerangan jalan umum belum tersedia di sepanjang ruas tersebut. Kegelapan mulai lebih terasa. Jalan yang sebelumnya diterangi lampu berubah menjadi ruas yang lebih sunyi dan gelap.

Tetapi justru di situlah tekad saya diuji. Ia tetap melanjutkan perjalanan. Tidak ada penerangan jalan yang cukup untuk menemani seluruh perjalanannya. Yang menjadi penerang justru keyakinan bahwa langkah kecil malam itu bisa menjadi awal dari perjalanan panjang dalam dunia jurnalistik.

Hingga akhirnya, saya tiba di kediaman Ahmad Aswadi. Kedatangannya disambut dengan hangat. Ia kemudian dipersilakan masuk dan berbincang bersama Aswadi. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Di hadapan Ahmad Aswadi, Anita menyampaikan maksud kedatangannya.

Ia ingin belajar menulis berita, memahami dunia jurnalistik dan mendapatkan kesempatan untuk bergabung sebagai wartawan dari Founder PT Barito Media Jaya Group yakni Sulaiman,yang akrab disapa M Jaya.

Ahmad Aswadi menyarankan saya berkomunikasi langsung dengan Sulaiman yang merupakan Founder PT Barito Media Jaya Group. Menurutnya, keputusan mengenai penerimaan wartawan merupakan kewenangan founder tersebut.

Tidak lama setelah pertemuan tersebut, ia menghubungi Sulaiman melalui sambungan telepon WhatsApp. Percakapan berlangsung santai. Namun di balik percakapan tersebut, ada hal yang jauh lebih penting keberanian Anita menyampaikan keinginannya untuk belajar dan kesiapannya memasuki dunia jurnalistik.

Pembicaraan itu kemudian membawa kabar yang membuat perjalanan malam Anita terasa menemukan maknanya. Ia dinyatakan diterima untuk bergabung sebagai wartawan. Bukan sekadar kabar penerimaan, Anita juga memperoleh arahan awal mengenai tugas jurnalistik dan pentingnya memahami serta mematuhi kode etik profesi.

Baginya, kesempatan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan. Justru menjadi awal untuk belajar lebih banyak. Sebab menjadi wartawan tidak hanya tentang menulis berita. Ada tanggung jawab untuk mencari informasi, melakukan verifikasi, menyampaikan fakta dan menjaga etika dalam setiap karya jurnalistik.

Perjalanan 21 kilometer yang ditempuh saya malam itu akhirnya tidak berhenti sebagai perjalanan dari satu tempat ke tempat lain.

Perjalanan tersebut menjadi simbol keberanian untuk mengetuk sebuah pintu kesempatan.

Dari Pulau Basan menuju Desa Danau Usung, dari jalan yang terang hingga ruas yang gelap, saya membawa satu keinginan sederhana belajar. Dan dari keinginan sederhana itulah sebuah langkah baru dimulai.

“Sepanjang perjalanan menuju rumah Ahmad Aswadi, saya tetap bersemangat meskipun harus menempuh jarak yang cukup jauh. Saya bersyukur diterima menjadi wartawan. Saya juga mendapat berbagai masukan mengenai tugas wartawan dan kode etik jurnalistik sebagai bekal menjalankan profesi ini,” ujarnya.

Malam itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi saya , perjalanan tersebut meninggalkan cerita yang jauh lebih panjang. Sebab terkadang, sebuah mimpi tidak datang dengan jalan yang mudah. Ia harus dijemput dengan keberanian, ditempuh dengan ketekunan, dan dimulai dari satu langkah kecil bagi Anita. (***).

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak