Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Kalsel

BPDP Dorong Pekebun Sawit Kalsel Terapkan Standar ISPO

Oleh adminbaritobersinar · 15 Juni 2026 · 2 menit baca · 0 views
BPDP Dorong Pekebun Sawit Kalsel Terapkan Standar ISPO

BANJARMASIN, baritobersinar.news – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan dan PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute) mendorong transformasi sawit rakyat di Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan menerapkan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) (15/6/2026).

“Saatnya para pekebun memahami bagaimana mengelola kebun secara lebih legal, produktif, tertib, dan berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel drh Suparmi di Banjarmasin, Senin.

Saat membuka pelatihan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (SDM PKS) bertajuk implementasi ISPO yang diikuti 88 pekebun kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu, Suparmi menegaskan ISPO perlu dipahami sebagai instrumen penting untuk memperkuat posisi pekebun sawit swadaya.

Menurut dia, pekebun perlu memiliki pengetahuan yang memadai agar mampu memenuhi ketentuan keberlanjutan, memperbaiki tata kelola kebun, dan meningkatkan daya saing hasil perkebunan.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi pekebun untuk semakin siap menerapkan prinsip ISPO di kebun masing-masing,” ujarnya.

Direktur Mutu Institute Wahyu Riyadi menyampaikan pelatihan itu dirancang untuk menjawab kebutuhan pekebun swadaya di lapangan.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman prinsip dan kriteria ISPO, legalitas kebun, praktik budi daya yang baik, pengelolaan lingkungan, kelembagaan pekebun, serta peningkatan produktivitas.

Dia menekankan peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci agar pekebun tidak hanya mampu mengikuti aturan, tetapi juga memperoleh manfaat nyata dari penerapan standar keberlanjutan.

Kegiatan didanai oleh BPDP sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit.

Dukungan BPDP menunjukkan kepedulian yang kuat terhadap masa depan pekebun rakyat.

Wahyu menyebut melalui kegiatan pelatihan itu BPDP hadir bukan hanya sebagai lembaga pengelola dana, tetapi juga sebagai penggerak peningkatan kapasitas pekebun agar lebih siap menghadapi tuntutan pasar, regulasi, dan standar keberlanjutan.

“Kepedulian tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pekebun swadaya tidak tertinggal dalam transformasi industri kelapa sawit,” tegasnya.

Kemudian kehadiran pekebun dari Tanah Laut dan Tanah Bumbu menunjukkan semangat memperbaiki tata kelola sawit rakyat terus tumbuh di Kalimantan Selatan.

Selama enam hari mulai 15 sampai 20 Juni 2026, peserta mengikuti proses pembelajaran yang diarahkan agar mudah dipahami dan dapat diterapkan di kebun masing-masing (adv/bbn).

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak