Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Kalteng

Gowes Bersama Ketika Persatuan Tak Sekadar Kata

Oleh Ikhsan · 12 Juli 2026 · 3 menit baca · 0 views

MUARA TEWEH, onlinekoranbarito. com – Pagi di Kota Muara Teweh terasa berbeda. Deretan sepeda memenuhi kawasan Bundaran Buah. Dari tempat itu, semangat kebersamaan mulai bergerak, menyusuri jalan-jalan utama kota dalam satu kayuhan yang menyatukan berbagai kalangan.

Minggu (12/7/2026), ratusan peserta mengikuti Gowes Bersama dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara sekaligus HUT ke-80 Bhayangkara. Bukan sekadar bersepeda, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan.

Pemerintah daerah, aparat keamanan, komunitas sepeda, instansi vertikal hingga masyarakat umum berbaur dalam suasana yang penuh keakraban. Dari Bundaran Buah Muara Teweh, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin secara resmi melepas para peserta.

Setelah itu, kayuhan demi kayuhan membawa rombongan mengelilingi sejumlah ruas jalan utama di Kota Muara Teweh. Di tengah deru roda yang berputar, batas antara seragam dan pakaian olahraga seolah mencair.

Personel TNI-Polri, jajaran pemerintah daerah, komunitas sepeda dan masyarakat berada dalam satu barisan. Momentum tersebut memperlihatkan bahwa kebersamaan tidak selalu harus dibangun melalui pertemuan resmi.

Kadang, ia tumbuh sederhana dari sebuah kegiatan yang dilakukan Bersama berolahraga, menyusuri jalan kota, berbincang dan saling menyapa. Bupati H. Shalahuddin mengatakan, Gowes Bersama tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara dan HUT ke-80 Bhayangkara.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. Menurutnya, olahraga bersama dapat menjadi salah satu cara membangun hubungan yang semakin dekat antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

Harapan itu menjadi penting di tengah berbagai agenda pembangunan daerah. Sinergi tidak cukup hanya dibicarakan dalam ruang-ruang pemerintahan, tetapi perlu dirawat melalui interaksi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Gowes pun menjadi simbol sederhana tentang hal tersebut.
Satu per satu peserta mengayuh sepeda.

Tidak harus berada di posisi paling depan untuk menjadi bagian dari perjalanan. Semua bergerak dalam tujuan yang sama menjaga kesehatan sekaligus merayakan hari jadi daerah dan HUT Bhayangkara dalam suasana penuh kebersamaan.

Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini juga membawa pesan tentang pentingnya pola hidup sehat. Kebiasaan berolahraga diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kemeriahan semakin terasa ketika seluruh rangkaian gowes selesai. Para peserta berkumpul mengikuti pengundian doorprize dan penyerahan hadiah bagi mereka yang beruntung. Tawa dan kegembiraan menutup kegiatan pagi itu.

Namun, yang tersisa bukan hanya hadiah yang dibawa pulang atau lelah setelah mengayuh sepeda. Ada pesan yang lebih panjang bahwa sebuah daerah akan menjadi semakin kuat ketika pemerintah, aparat dan masyarakat mampu bergerak dalam irama kebersamaan.

Dari roda-roda sepeda yang berputar di jalanan Muara Teweh, semangat itu kembali ditegaskan bahwa persatuan, kesehatan dan sinergi adalah bagian penting dalam perjalanan Barito Utara menjemput masa depan. (lapsus/ard/kb).

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak