Kalteng
Pemkab Bartim Pacu Digitalisasi Aset Daerah
TAMIANG LAYANG, baritobersinar.news – Pemerintah Kabupaten Barito Timur resmi menginjakkan kaki pada babak baru tata kelola aset daerah yang lebih modern, cepat, dan transparan. Selama dua hari penuh, Pemkab menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Implementasi Aplikasi e-BMD di Hotel Best Western Batang Garing, Palangka Raya, Kamis (6/11/2025) sebuah langkah besar yang menandai percepatan transformasi digital di tubuh pemerintah daerah.
Kegiatan dibuka oleh Pj. Sekretaris Daerah, Drs. Misnohartaku, mewakili Bupati M. Yamin. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa era pengelolaan aset secara manual harus menjadi masa lalu. Digitalisasi adalah kebutuhan mendesak yang tak bisa lagi ditunda.
“Aplikasi e-BMD adalah langkah strategis untuk memastikan pengelolaan aset daerah lebih transparan, akuntabel, dan sesuai Permendagri 47 Tahun 2021,” tegas Bupati melalui Misnohartaku sebuah pesan yang menjadi penanda dimulainya transformasi besar dalam sistem pencatatan dan pengawasan aset.
Pemkab menargetkan seluruh perangkat daerah meninggalkan pola kerja lama dan beralih ke sistem real time, terintegrasi, serta berbasis bukti digital. Tidak ada lagi ruang untuk data samar atau laporan yang tertunda.
Pada hari pertama, peserta digembleng dengan pemahaman mendalam mengenai dasar hukum pengelolaan Barang Milik Daerah. Aturan penting seperti Permendagri 47/2021, Permendagri 19/2016, hingga Permendagri 7/2024 dikupas tuntas. Para peserta diajak menelusuri alur pembukuan, inventarisasi, hingga pelaporan aset memastikan setiap pengelola barang memahami betul tanggung jawab yang mereka emban.
Memasuki hari kedua, suasana pelatihan berubah menjadi lebih intens. Peserta langsung diterjunkan ke sesi teknis pengoperasian aplikasi e-BMD mulai dari input data barang, simulasi pencatatan, sinkronisasi pelaporan, hingga manajemen basis data.
Pendekatan praktik ini menjadi momen krusial. Tujuannya jelas memastikan seluruh pengurus barang benar-benar siap beralih ke sistem digital tanpa keraguan.
Pelatihan menghadirkan narasumber ahli dari Kemendagri RI dan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, seperti Drs. H. Yudia Ramli, M.Si, Munadi, SE, Dimas Bayunegara, SH, Muhammad Ismi, S.Kom, serta Dwi Andhika, SE. Misnohartaku menekankan bahwa aplikasi secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa SDM yang mumpuni.
“Kita ingin seluruh data aset daerah tercatat akurat, lengkap, dan bisa diakses kapan saja. Itu hanya bisa terwujud jika seluruh pengelola aset menguasai sistem ini,” ujarnya menegaskan. Pemkab Barito Timur optimistis penerapan e-BMD akan menjadi fondasi kuat menuju pemerintahan yang efisien, modern, dan berintegritas.
Digitalisasi diyakini mampu meminimalkan risiko kehilangan aset, penyimpangan, maupun kesalahan pencatatan. Dengan dimulainya pelatihan ini, Barito Timur mengirim pesan kuat: daerah ini siap bertransformasi menuju tata kelola yang cepat, transparan, dan memenuhi standar nasional. (adv/bbn).
