Connect with us

Banjarmasin

Ardiansyah Sebut Hilangnya Resapan Perparah Banjir

Published

on

BANJARMASIN, baritobersinar.news – Anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi lingkungan hidup, H Ardiansyah berpendapat, bencana banjir di provinsinya antara lain karena berkurang tangkapan air. (22/01/2026)

Menurut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tersebut, dengan sistem rumah panggung salah satu upaya tak berkurangnya daerah tangkapan air yang juga merupakan pengendali banjir.

Anggota DPRD Kalsel dua periode itu mengungkapkan dan sekaligus mengkritisi atas kurang maksimal tindak lanjut rekomendasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia terkait masalah bencana banjir di provinsinya.

“Kita bersyukur di antara Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Pak Fajar mantan pejabat pemerintah provinsi (Pemprov) setempat yang mengetahui rekomendasi Ditjen Planologi Kehutanan. Semoga nyambung atau ada tindak lanjut secara maksimal, ” ujar alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin tersebut.

Sebagai contoh lebih kurang 35.000 warga Nagara HSS tempat tinggal mereka “calap” (terendam air) karena banjir dan mereka sudah sekitar setengah bulan tidur “di atas air” atau tidak seperti banjir-banjir biasa, ungkap mantan Ketua DPRD dan Wakil Bupati setempat.

RDP dengan topik masalah banjir dipimipin Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, selain menghadirkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemprov, juga mengundang pihak terkait antara lain Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta Balai Daerah Rawa.

Ketua DPRD Kalsel berharap, melalui RDP dapat menemukan solusi pencegahan, pengendalian dan penanggulangan bencana banjir yang beberapa tahun belakangan seakan menjadi langganan bila musim penghujan. (adv/bbn)