Penguatan Rujukan Maternal dan Perinatal Jadi Perhatian RSUD Kapuas
KUALA KAPUAS, baritobersinar.news – Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi membutuhkan koordinasi yang solid antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit rujukan.
Upaya tersebut menjadi perhatian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Pertemuan Koordinasi dan Pembinaan Penguatan Jejaring Rujukan, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Hemodialisa Lantai 2 RSUD dr. H.
Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Jalan Tambun Bungai Nomor 16, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, itu diikuti jajaran fasilitas kesehatan yang berada dalam jejaring pelayanan rujukan.
Acara dibuka Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Hj. Delianae, didampingi jajaran manajemen rumah sakit, kepala bagian, kepala bidang, kepala subbagian, serta kepala seksi terkait.
Pertemuan tersebut turut dihadiri para kepala puskesmas dan bidan koordinator yang bertugas di Kabupaten Kapuas, serta seluruh peserta yang telah terdaftar.
Dalam pembukaan kegiatan, dr. Hj. Delianae menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antara puskesmas dan RSUD Kapuas dalam memperkuat sistem jejaring rujukan pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan bayi.
Penguatan jejaring ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program nasional yang berkaitan dengan penilaian, monitoring, dan evaluasi akreditasi rumah sakit.
Tingkatkan Kompetensi Penanganan Kegawatdaruratan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para tenaga medis dan pejabat terkait. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kemampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan penanganan awal serta proses rujukan yang tepat.
Materi pertama disampaikan dr. Rudi HelImansyah, Sp.OG, selaku Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Ia memaparkan materi mengenai Stabilisasi Kegawatdaruratan Maternal, khususnya Penanganan Perdarahan Pascapersalinan atau Hemorrhage Postpartum (HPP).
Pembahasan tersebut mencakup pelatihan bagi fasilitas kesehatan jejaring dan rujukan, berbagi pengalaman dalam pelayanan ibu dan anak, serta peningkatan kompetensi jejaring rujukan.
Melalui materi ini, peserta
mendapatkan pembekalan terkait penanganan kondisi kegawatdaruratan maternal yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi antarfasilitas kesehatan.
Selanjutnya, materi disampaikan dr. Agung Hari Wibowo, Sp.A, selaku Dokter Spesialis Anak. Ia membahas Stabilisasi Kegawatdaruratan Perinatal, meliputi stabilisasi bayi sebelum dirujuk dan resusitasi bayi baru lahir.
Seperti materi sebelumnya, pembahasan juga mencakup pelatihan bagi fasilitas kesehatan jejaring dan rujukan, berbagi pengalaman pelayanan ibu dan anak, serta peningkatan kompetensi jejaring rujukan.
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan tenaga kesehatan menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada bayi baru lahir, terutama sebelum mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.
Pahami Sistem Rujukan Maternal dan Perinatal
Materi terakhir disampaikan Kastalani, SKM, MAP, selaku Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Mutu Pelayanan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.
Ia memaparkan sistem rujukan maternal dan perinatal yang diterapkan di RSUD Kapuas.
Penyampaian materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai mekanisme rujukan pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang menjadi bagian dari koordinasi antara puskesmas dan rumah sakit.
Melalui pertemuan koordinasi dan pembinaan tersebut, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas terus mendorong penguatan hubungan kerja sama dengan fasilitas kesehatan jejaring.
Penguatan koordinasi, peningkatan kompetensi, dan pemahaman sistem rujukan diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan maternal dan perinatal secara lebih terintegrasi di Kabupaten Kapuas.(isn/bbr).
