Connect with us

Kalsel

Forum KAMI Jadi Tameng Siber Baru di Kalsel

Published

on

BANJARBARU, baritobersinar.news – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Diskominfo Kalsel) memperkuat ketahanan siber daerah melalui Forum Komunikasi Keamanan Informasi (Forkom KAMI) guna meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam pengamanan sistem digital pemerintahan. (13/03/2026)

Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim di Banjarbaru, Jumat mengatakan, forum tersebut melibatkan berbagai unsur instansi strategis, antara lain Kejaksaan Tinggi Kalsel, Polda Kalsel, Korem 101/Antasari, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalsel, Lanud Syamsuddin Noor, dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin.

“Penguatan keamanan informasi menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya potensi ancaman terhadap sistem digital pemerintah daerah, terutama dalam implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” ucapnya.

Ia menjelaskan berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya, setiap bulan terdeteksi sejumlah anomali pada sistem digital milik pemerintah daerah yang berpotensi mengganggu layanan publik berbasis elektronik.

“Dari data yang kami pantau, setiap bulan terdapat belasan bahkan puluhan anomali yang terdeteksi. Beberapa waktu lalu sistem aplikasi dan situs pemerintah daerah juga sempat mengalami gangguan, sehingga hal tersebut harus menjadi perhatian bersama,” ujar Muslim.

Sebagai langkah antisipasi, Diskominfo Kalsel telah membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang bertugas menangani insiden keamanan siber secara cepat dan terkoordinasi.

Menurut Muslim, jaringan CSIRT saat ini telah terbentuk di seluruh 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan sehingga memperkuat mekanisme respon cepat apabila terjadi gangguan pada sistem digital pemerintahan.

“Artinya secara tim respon cepat kita sudah memiliki jaringan di seluruh daerah. Namun tentu saja masih banyak yang perlu diperkuat, terutama dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, serta optimalisasi sistem pengamanan yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, serangan siber yang semakin berkembang berpotensi tidak hanya mengganggu sistem informasi pemerintahan, tetapi juga dapat berdampak terhadap stabilitas keamanan wilayah apabila tidak ditangani secara terpadu.

Melalui Forkom KAMI, Diskominfo Kalsel mendorong terbentuknya koordinasi lintas instansi untuk melakukan deteksi dini, langkah pencegahan, serta respon cepat terhadap potensi ancaman keamanan informasi di daerah.

“Melalui forum ini kita ingin menyamakan persepsi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi. Hasilnya nanti akan dirumuskan menjadi butir kesepahaman yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman,” ujar Muslim.

Pertemuan tersebut merupakan tahap awal pembahasan konsep kerja sama antar lembaga, sebelum difinalkan dalam forum lanjutan yang diharapkan menghasilkan pembentukan tim terpadu keamanan siber di Kalimantan Selatan.

Diskominfo Kalsel berharap tim terpadu tersebut memiliki mekanisme koordinasi yang jelas dalam menangani berbagai indikasi gangguan keamanan siber dan berpotensi disahkan melalui keputusan Gubernur Kalsel agar memiliki kekuatan koordinasi yang lebih kuat. (adv/bbn)