Connect with us

Banjarmasin

Supian HK Serap Aspirasi 16 Desa Dua Kabupaten di Kalsel

Published

on

BANJARMASIN, baritobersinar.news – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK kembali turun ke tengah masyarakat, menyusuri kampung-kampung hingga pelosok sawah untuk menyerap aspirasi warga di 16 desa dari dua kabupaten dalam rangkaian reses pada 1–8 Oktober 2025.

“Alhamdulillah, saya bisa merampungkan reses kali ini sebagaimana terjadwal selama delapan hari di 16 titik,” ujar politikus senior Partai Golkar itu, Kamis (9/10/2025). Selama delapan hari tersebut, Supian HK bergerak dari satu desa ke desa lainnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Balangan wilayah yang tak asing baginya karena merupakan daerah pemilihannya sejak lama.

Di HSU, sejumlah desa yang ia datangi meliputi Telaga Mas, Baru, Sarang Burung, Manarap, Manarap Hulu, Tambalang Raya, serta empat desa di kawasan Rantau Bujur: Rantau Bujur Hilir, Tengah, Darat, dan Hulu.

Namun salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika Supian HK tiba di Desa Manarap. Di hadapannya, seorang warga bernama Wahyudin dengan nada penuh harap menceritakan kondisi lahan pertanian yang semakin tercekik oleh serbuan eceng gondok.

Tanaman liar itu tumbuh tak terkendali, menutup saluran irigasi dan sawah-sawah warga, membuat lahan sulit dikelola, dan hasil panen merosot dalam beberapa musim terakhir.

“Kami mohon perhatian pemerintah untuk pembersihan dan normalisasi lahan. Kalau dibiarkan, kami khawatir musim panen berikutnya makin berat, Pak,” tutur Wahyudin keluhan yang langsung dicatat Supian HK.

Sebagai putra asli Rantau Bujur kelahiran 1957, keluhan itu jelas menggugah dirinya. Ia memahami benar bagaimana nasib petani bertumpu pada tanah yang kini mulai kalah oleh gulma air.

Tak kalah hangat, antusiasme juga menyambut kedatangan Supian HK di enam desa di Kabupaten Balangan: Batu Merah, Mampari, Banua Hanyar, Mantimin, Batu Mandi, dan Bungur. Warga memanfaatkan kesempatan reses untuk menyampaikan berbagai permasalahan dari pembangunan infrastruktur, kondisi jalan, hingga kebutuhan fasilitas sosial.

Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Supian HK menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat yang dengan jujur membuka suara mereka. Menurutnya, inilah inti dari sebuah reses: bukan seremonial, bukan formalitas, melainkan tanggung jawab moral untuk duduk bersama rakyat dan mendengar langsung denyut kebutuhan mereka.

“Terima kasih kepada seluruh warga. Aspirasi dari lapangan seperti inilah yang menjadi dasar menentukan arah pembangunan daerah. Semua masukan akan kami perjuangkan sebagai pijakan kebijakan di tingkat provinsi,” tegasnya. Ia menambahkan, tidak ada satu pun aspirasi yang akan dibiarkan menggantung.

“Insyaallah, kami di DPRD Kalsel berkomitmen memperjuangkan setiap aspirasi agar dapat diwujudkan melalui program pemerintah provinsi maupun kerja sama dengan kabupaten. Suara rakyat adalah amanah yang wajib kami jaga dan tindak lanjuti dengan sungguh-sungguh.”

Dengan berakhirnya rangkaian reses ini, Supian HK berharap seluruh aspirasi masyarakat HSU dan Balangan segera mendapat tindak lanjut konkret dari pihak eksekutif. Menurutnya, itulah bukti nyata bahwa DPRD Kalsel tidak hanya hadir ketika dibutuhkan, tetapi selalu hadir untuk membela kepentingan masyarakat Banua. (adv/bbn).