Banjarmasin
Wali Kota Yamin Tinjau Pusat Daur Ulang di Tengah Darurat Sampah
BANJARMASIN, baritobersinar.news – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pusat daur ulang sampah atau Banjarmasin Recycle Center (BRC) untuk meninjau langsung kinerja pengelolaan sampah di kota tersebut. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah kota memperkuat penanganan darurat sampah. Rabu (11/2/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Yamin menekankan pentingnya peningkatan kinerja pengolahan sampah di fasilitas tersebut agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan volume sampah di Kota Banjarmasin. Ia meminta pengelola pusat daur ulang untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi teknis pengolahan maupun manajemen operasional.
Menurut Yamin, pengelolaan sampah di Banjarmasin memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui berbagai metode pengolahan modern. Salah satunya adalah pemanfaatan maggot untuk mengolah sampah organik yang dinilai mampu mengurangi hingga sekitar 50 persen volume sampah jika dikelola secara optimal.
Selain itu, pemerintah kota juga mendorong pemanfaatan kompos sebagai pupuk dari hasil pengolahan sampah organik serta memperluas kerja sama dalam pemanfaatan teknologi pengolahan sampah lainnya, seperti refuse derived fuel (RDF) dan teknologi pirolisis untuk sampah plastik.
Yamin menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara biasa-biasa saja dan membutuhkan kerja keras serta kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, ia meminta adanya sinergi lintas sektor, mulai dari penguatan teknis, dukungan anggaran yang tepat sasaran, hingga pelibatan pihak eksternal yang memiliki kompetensi dalam pengolahan sampah.
“Kalau sudah 50 persen terolah, itu baru layak diacungi jempol. Ini kerja keras, bukan kerja santai,” ujar Yamin menegaskan target peningkatan kinerja pengelolaan sampah di kota tersebut.
Melalui sidak tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap pusat daur ulang sampah dapat berfungsi lebih optimal sebagai salah satu solusi pengurangan sampah di tengah upaya pemerintah mengatasi persoalan darurat sampah yang masih menjadi tantangan di kota berjuluk Kota Seribu Sungai tersebut. (adv/bbn).
