Kalsel
BRIN dan Korea Dilibatkan Garap Pupuk Organik Kalsel
BANJARMASIN, baritobersinar.news – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan pupuk organik dan energi berbasis limbah sawit melalui kerja sama riset dan implementasi teknologi. (24/02/2026)
Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi di Banjarbaru Selasa mengatakan, selain menggandeng BRIN pihaknya juga kerja sama dengan National Institute of Green Technology (NIGT) Korea, serta Korea Institute of Industrial Technology (KITECH).
“Kerja sama ini difokuskan pada riset, kajian, serta implementasi pembangunan pabrik pupuk organik (fertilizer) dan energi dari limbah sawit. Tahap awal yang disiapkan pada tahun berjalan meliputi penyusunan regulasi dan studi kelayakan (feasibility study/FS) terpadu untuk pabrik pakan, pupuk, dan energi,” katanya.
Suparmi menyampaikan, komunikasi dengan mitra Korea Selatan telah berjalan dan diharapkan tidak hanya berhenti pada riset, tetapi juga disertai diseminasi teknologi serta dukungan pendanaan pembangunan fasilitas energi dan pupuk.
Disbunnak Kalsel, kata dia, juga telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia terkait usulan pembangunan pabrik pakan dan pupuk berbasis limbah.
Secara umum, berbagai langkah konkret telah dilakukan, baik pada level peternak rakyat maupun industri.
“Untuk pabrik pupuk, implementasi sudah ada meski masih berskala industri rakyat. Sedangkan pabrik pakan dari limbah sawit sudah tersedia pada skala industri,” jelasnya.
Dalam rangka memperkuat langkah tersebut, Disbunnak Kalsel juga melaksanakan rapat koordinasi bersama BRIN, NIGT Korea, dan KITECH untuk mendukung riset terintegrasi sektor perkebunan dan peternakan yang berorientasi pada pengembangan sistem industri dan manufaktur berkelanjutan.
Kegiatan tersebut, tambah Suparmi, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan survei lapang guna menghimpun data dan informasi terkait penerapan teknologi serta sistem industri berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
“Kami siap memfasilitasi koordinasi dan pendampingan survei sesuai ruang lingkup riset,”katanya.
Melalui langkah ini, Suparmi berharap terbangun sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga riset nasional, mitra internasional, dan pelaku usaha dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan dan peternakan berkelanjutan berbasis inovasi dan teknologi sesuai potensi dan karakteristik Kalimantan Selatan. (adv/bbn)
