Connect with us

Banjarmasin

Suripno Sumas: Anemia Bisa Halangi Lahirnya Generasi Unggul

Published

on

BANJARMASIN, baritobersinar.news – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya anemia. Bagi Suripno, penyakit yang kerap dianggap sepele ini bisa menjadi penghalang lahirnya generasi unggul di Banua.

“Warga masyarakat perlu tahu apa itu anemia, dampak, penyebab, sekaligus pencegahannya,” tegas Suripno saat menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan/Peraturan Daerah (Sosper) di Jalan Meratus, Banjarmasin, Kamis (4/9/2025). Pada kesempatan tersebut, legislator asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel I/Kota Banjarmasin ini tetap mengaitkan materi sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesehatan dengan isu anemia.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memahami bahaya anemia, semakin kuat pula fondasi kesehatan generasi mendatang. “Kali ini audien berbeda, yaitu warga serta fungsionaris dan kader PKB Kecamatan Banjarmasin Barat. Sebelumnya kita menyasar Kecamatan Banjarmasin Tengah. Tujuannya jelas, agar semakin banyak masyarakat memahami,” ujar Suripno.

Ia menegaskan, tantangan kehidupan di masa depan akan semakin berat. Karena itu, masyarakat harus terbebas dari masalah kesehatan dasar, terutama anemia, yang bisa merusak konsentrasi, menurunkan daya pikir, hingga melemahkan produktivitas.

Dalam sosialisasi tersebut, Suripno kembali menghadirkan akademisi Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Shella Nurrahmah, SKM, M.Biomed. Akademisi muda yang kini menempuh pendidikan doktor (S3) itu membawakan makalah bertajuk “Mengenal Anemia Lebih Dalam: Dampaknya pada Kehamilan dan Tumbuh Kembang Anak.”

Shella menekankan, anemia harus dipandang serius karena menyangkut masa depan anak bangsa. “Ibu hamil dan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan adalah kelompok paling rentan. Kekurangan zat besi bisa menghambat perkembangan janin, bahkan memicu kelahiran prematur,” jelas Shella. Ia menambahkan, prinsip dalam kesehatan adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk itu, ia mendorong masyarakat agar memperkuat pola makan sehari-hari dengan gizi seimbang.

“Pencegahan bisa dilakukan dengan memperbanyak konsumsi sayuran hijau seperti kangkung dan brokoli, juga protein dari daging dan ikan. Tidak perlu khawatir kelebihan zat besi, karena tubuh memiliki mekanisme alami untuk membuangnya. Misalnya, buang air besar berwarna hitam, itu tanda kelebihan zat besi sudah terbuang,” terang Shella.

Suripno menutup sosialisasi dengan nada penuh harapan. “Kalau kita ingin Kalsel melahirkan generasi unggul, maka masalah anemia ini harus kita lawan bersama. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan hanya karena kekurangan zat besi.” Dengan suara bergetar ia menambahkan, “Generasi unggul dimulai dari kesehatan, dan kesehatan dimulai dari kepedulian kita hari ini.” (adv/bbn).