Connect with us

Barabai

Perjalanan Musafir Sarat Hikmah dan Keikhlasan

Published

on

Penulis : (Al-Faqir) Ihsan

BARABAI, onlinekoranbarito. com -Terik matahari yang membakar jalanan tak mampu menyurutkan langkah rombongan musafir yang dipimpin Sulaiman A.S. sapaan akrabnya M Jaya saat memulai perjalanan menuju Kabupaten Barito Timur, Senin (11/5/2026).

Perjalanan dimulai dari Komplek Batola Residence Blok H Site III Nomor 17, Handil Pinang II, RT 12, Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Kalsel) . Di balik keberangkatan itu, terselip suasana haru yang menyelimuti keluarga yang ditinggalkan.

Tatapan penuh doa dan lambaian tangan mengiringi mobil yang perlahan menjauh dari halaman rumah. Meski berat meninggalkan orang-orang tercinta, perjalanan panjang itu tetap dilanjutkan demi menjalankan tanggung jawab dan menapaki pengalaman baru dalam kehidupan.

Sepanjang perjalanan menuju Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur yang dikenal dengan slogan “Gumi Jari Janang Kalalawah”, rombongan diselimuti berbagai rasa. Rindu mulai tumbuh, sementara harapan akan pengalaman baru terus menyertai langkah mereka.

Namun, malam itu menghadirkan sebuah persinggahan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

Di tengah perjalanan, rombongan memutuskan singgah di Hulu Sungai Tengah (HST), tepatnya di Barabai, jalan tol Desa Banua Binjai,untuk menemui sosok yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok.

Ia dikenal masyarakat dengan sebutan “Amang Viral”, bernama Abdurrahman, yang sebelumnya dikenal dengan nama Ranggai sebelum memeluk agama Islam.

Setibanya di lokasi, suasana sederhana langsung menghadirkan kesan mendalam. Suara mesin mobil berhenti di depan sebuah gubuk sederhana yang dikelilingi kain kuning melingkar.

Pemandangan itu memunculkan rasa penasaran sekaligus kekaguman bagi rombongan.

Menariknya, pintu rumah sudah terbuka bahkan sebelum mereka tiba sepenuhnya, seolah menjadi pertanda bahwa kedatangan itu telah dinanti.

“Assalamualaikum, di mana dingsanak?” sapa Sulaiman dengan nada hangat penuh keakraban.

Dalam budaya Banjar, kata dingsanak bukan sekadar sapaan biasa, melainkan simbol persaudaraan meski tanpa hubungan darah.

Tak lama kemudian, tampak seorang pria mengenakan kaos hitam oblomg dan celana pendek berjalan mendekat sambil melempar senyum tipis.

“Inilah orangnya,” ujar salah seorang yang nengenakan kaos hitam oblong singkat.

Obrolan Sederhana Sarat Makna Rombongan kemudian dipersilakan duduk dan beristirahat setelah perjalanan panjang yang melelahkan. Suasana perlahan mencair. Obrolan hangat mengalir layaknya keluarga lama yang kembali dipertemukan.

Di atas meja sederhana tersaji kopi hangat, terang bulan, martabak, hingga keripik singkong yang dibawa oleh Sulaiman. Namun malam itu bukan sekadar tentang jamuan makanan, melainkan percakapan yang sarat makna kehidupan.

Dalam perbincangan tersebut, Amang Viral menyampaikan pandangannya tentang hidup, kesederhanaan, dan ketulusan.

“Dalam hidup ini jangan ada rasa pengakuan diri. Kalau masih ingin dilihat manusia, itu namanya riya,” ucapnya pelan.

Ia juga menceritakan masa ketika dirinya pernah menyamar sebagai orang gila selama tiga tahun.

“Saya dulu tiga tahun menyamar jadi orang gila. Kenapa saya lakukan? Karena itu kesenangan saya,” katanya.

Namun “gila” yang dimaksud bukan kehilangan akal sebagaimana dipahami kebanyakan orang. Baginya, seseorang yang “gila” kepada Sang Khalik tidak lagi sibuk memikirkan penilaian manusia. Yang terpenting adalah ketulusan hati dalam menjalani kehidupan.

Ia meyakini, selama seseorang masih merasa dirinya lebih baik daripada orang lain, maka kesombongan dan riya masih bersemayam di dalam dirinya.

Perjalanan yang Mengubah Cara Pandang
Persinggahan malam itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar tempat beristirahat.

Di tengah perjalanan menuju Barito Timur, rombongan justru menemukan pelajaran tentang kerendahan hati, keikhlasan, dan cara memandang hidup dari sudut yang berbeda.

Sebab terkadang, perjalanan terjauh bukanlah tentang berpindah tempat, melainkan perjalanan untuk memahami diri sendiri. (***)